Kabupaten Cirebon, bidikkriminalnews.co.id, – Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau Jigus mengatakan, perluasan kerja sama “Sister City” antara Kabupaten Cirebon dan Kota Yangjiang, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok, difokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan perikanan.
Hal itu disampaikan Jigus saat menerima kunjungan Wakil Sekretaris Komite Kota Yangjiang, Mr. Lei Yuchun, di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (21/04/2026).
Menurut dia, hubungan Kabupaten Cirebon dengan Tiongkok memiliki ikatan sejarah yang kuat, salah satunya melalui kisah Putri Ong Tien yang menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya Cirebon.
Kehadiran Putri Ong Tien, lanjut dia, menjadi simbol jembatan peradaban yang mempertemukan dua bangsa dalam semangat persahabatan yang terus terjaga hingga saat ini.
“Semangat persahabatan bersejarah tersebut kami teruskan dan perkuat melalui kerja sama formal. Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pembentukan kerja sama kota bersaudara pada 29 Desember 2023,” kata Jigus.
Ia menjelaskan, kunjungan delegasi Kota Yangjiang menjadi momentum penting untuk meningkatkan kerja sama melalui pengembangan memorandum saling pengertian antara Kabupaten Cirebon dan Kota Yangjiang.
Jigus menyebutkan, dalam dua tahun terakhir Kabupaten Cirebon mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif.
Pada 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,83 persen dan menempatkan Kabupaten Cirebon sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Jawa Barat.
Pada 2025, capaian tersebut kembali meningkat menjadi 6,23 persen, yang didorong oleh sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan.
Menurut dia, perluasan kerja sama pada dua sektor tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman di bidang pertanian dan perikanan akan membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Selain itu, Kabupaten Cirebon juga memiliki peluang besar dalam pengembangan industri, karena telah masuk dalam kawasan industri Rebana melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 sebagai proyek strategis nasional.
Kawasan itu diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi berbasis industri, logistik, dan jasa yang membuka peluang investasi dan kolaborasi internasional, termasuk dengan Kota Yangjiang.
Dalam kerja sama yang diperluas tersebut, kedua pemerintah menyepakati empat bidang utama, yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ekonomi dan perdagangan, pariwisata dan kebudayaan, serta perlindungan dan penelitian peninggalan budaya.
“Semoga kerja sama kota bersaudara ini tidak hanya berdampak positif bagi pemerintah kedua belah pihak, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Cirebon dan Kota Yangjiang,” kata Jigus.
Wakil Sekretaris Komite Kota Yangjiang, Lei Yuchun mengatakan, hubungan antara Yangjiang dan Cirebon telah terjalin sejak ribuan tahun lalu melalui Jalur Sutra Maritim yang menghubungkan Laut Tiongkok Selatan dan Laut Jawa.
Ia menyebut penemuan koin timah “Qianheng Zhongbao” dari Yangjiang di bangkai kapal Intan di Indonesia menjadi bukti sejarah hubungan kedua wilayah yang telah berlangsung lintas abad.
“Pertemuan hari ini bukan hanya warisan persahabatan sejarah, tetapi juga awal dari kerja sama di masa depan,” kata Lei Yuchun.
Ia menambahkan, Kota Yangjiang memiliki keunggulan di sektor energi baru, industri logam, pengolahan hasil laut, dan logistik pelabuhan yang dinilai dapat disinergikan dengan sektor pertanian, perikanan, pelabuhan, dan manufaktur di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, kedua daerah memiliki posisi strategis, jumlah penduduk yang sebanding, serta struktur industri yang saling melengkapi, sehingga ruang kerja sama sangat terbuka.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi titik awal baru untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama yang semakin menghasilkan manfaat nyata bagi kedua masyarakat,” ujarnya. (***)












