Warga Harjamukti Cirebon Masuk Desil 6 Padahal Tak Punya Penghasilan dan Fasilitas Dasar

Daerah, Lainnya998720082 Dilihat

Cirebon, bidikkriminalnews.co.id, –Seorang warga lanjut usia di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, ditemukan tinggal di rumah tanpa Water Closet, (WC) dan listrik. Pada Rabu, (13/5/2026).

Yang jadi sorotan, data kemiskinan menempatkannya di desil 6, padahal ia mengaku tidak memiliki penghasilan tetap.

Susilo, 65 tahun, diketahui bekerja sebagai pemulung rongsok. Ia tinggal sendirian di rumah berukuran sekitar 5 m² di wilayah RW 05 Penyuken. Kondisi tempat tinggalnya tidak memiliki sanitasi dasar dan akses listrik.

Berdasarkan informasi yang beredar, Susilo tercatat masuk ke dalam desil 6 pada data terpadu kesejahteraan sosial.

Desil 6 biasanya masuk kategori kelompok menengah bawah, jauh dari kriteria miskin ekstrem yang biasanya tidak memiliki pendapatan dan fasilitas dasar.

“Saya sendiri bingung. Dia nggak punya anak, istri juga nggak ada, penghasilan cuma dari ngumpulin rongsok. Tapi kok bisa masuk desil 6,” ujar seorang warga yang mengetahui kondisinya.

Ketidaksesuaian data ini memunculkan pertanyaan soal akurasi pendataan di lapangan. Jika tidak diperbaiki, warga yang seharusnya mendapat bantuan sosial bisa saja terlewat karena dianggap mampu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kelurahan maupun Dinas Sosial Kota Cirebon terkait status data Susilo.

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Pakar data sosial menyebut, kesalahan klasifikasi sering muncul akibat pendataan yang mengandalkan aset fisik rumah tanpa memverifikasi sumber pendapatan dan kondisi aktual penghuni.

Pemerintah Kota Cirebon biasanya melakukan pemutakhiran data DTSEN secara berkala. Warga atau pendamping sosial bisa mengajukan sanggahan data melalui kelurahan setempat jika ditemukan ketidaksesuaian seperti kasus Susilo.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *