Warga Desa Eretan Wetan Gelar Aksi Ujuk Rasa, Dengan Cara Blokade Jalan Pantura Indramayu

Daerah, Lainnya, Pemerintahan998720151 Dilihat

Indramayu, bidikkriminalnews.co.id, – Ratusan warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di Jalur Pantura,. Pada, Jumat (7/11/2025).

Mereka memblokade sebagian badan jalan Pantura sebagai bentuk puncak kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai tak kunjung memberikan solusi permanen atas bencana banjir rob yang telah melanda desa mereka selama puluhan tahun.

Dalam aksinya, warga berorasi secara bergantian menggunakan pengeras suara sambil membentangkan berbagai spanduk bernada sindiran keras kepada pemerintah. Beberapa di antaranya bertuliskan “Harga Diri Kami Diinjak dan Diingkari.”

Petugas kepolisian terlihat berjaga di lokasi dan berupaya mengimbau massa agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalur utama penghubung Jakarta–Jawa Tengah tersebut.

“Aksi ini akan terus berulang sampai pemerintah benar-benar merespons serius nasib warga Eretan Wetan,” ujar Koordinator Aksi, Supriyanto, di lokasi.

Menurutnya, unjuk rasa kali ini merupakan puncak keresahan warga yang merasa diabaikan selama bertahun-tahun. Ia berharap suara mereka bisa terdengar hingga ke pemerintah pusat.

Supriyanto mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan warga untuk mencari perhatian pemerintah—mulai dari bersurat, mengajukan permohonan, hingga melakukan aksi di Pendopo dan DPRD Indramayu. Namun, hasilnya nihil.

“Makanya kami turun ke Jalur Pantura supaya pemerintah provinsi dan pusat tahu,” katanya.

Ia menyebut, sekitar tiga ribu rumah di Desa Eretan Wetan terdampak setiap kali air laut pasang. Ketinggian air bisa mencapai satu meter, menyebabkan aktivitas ekonomi lumpuh, sekolah dan tempat ibadah terendam, hingga banyak warga tidur di atas kasur yang dikelilingi air.

Selama puluhan tahun, warga terpaksa berdamai dengan kondisi tersebut.

Warga menilai pembangunan tanggul di sepanjang sungai yang mengelilingi desa merupakan langkah paling tepat untuk mengatasi banjir rob dan harus segera dibangun. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *