Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, 6 Orang Meninggal dan 64 Dirawat

Daerah, Lainnya998720128 Dilihat

Bekasi, bidikkriminalnews.co.id, – Insiden operasional antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuterline terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan korban, baik luka ringan hingga berat, serta korban jiwa.

Informasi awal diterima dari PSC 119 yang melaporkan terjadinya kecelakaan antara dua rangkaian kereta tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta relawan segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim medis tiba sekitar pukul 21.35 WIB dan langsung melakukan proses triase lapangan untuk menentukan prioritas penanganan korban.

Berdasarkan data sementara, total korban mencapai 88 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, 18 orang telah diperbolehkan pulang, dan 6 orang dinyatakan meninggal dunia.

Korban luka maupun meninggal dunia tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. RSUD CAM menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 54 orang dengan rincian 43 dirawat, 8 dipulangkan, dan 3 meninggal dunia.

Sementara itu, RS Mitra Timur menangani 6 korban dengan 1 orang dirawat, 4 dipulangkan, dan 1 meninggal dunia.

Di rumah sakit lainnya, RS Primaya Timur merawat 9 korban, RS Bella merawat 4 korban dengan 1 meninggal dunia, serta RS Hermina Bekasi menangani 2 pasien.

RS Mitra Plumbon Cibitung merawat 4 orang dengan 1 sudah pulang, sedangkan RS Siloam Bekasi Timur memulangkan 2 korban setelah mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, RS Bakti Kartini merawat 1 korban, RS Mitra Bekasi Barat memulangkan 3 korban, dan RS Polri Kramat Jati menerima 1 korban meninggal dunia.

Dalam proses evakuasi, sebanyak 163 unit ambulans dikerahkan yang terdiri dari PSC, sejumlah RSUD, puskesmas, PMI, unsur Polri, serta relawan.

Sinergi lintas instansi ini dinilai sangat membantu percepatan penanganan korban di lokasi kejadian hingga distribusi ke rumah sakit rujukan.

Pihak terkait menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat, mulai dari tenaga kesehatan, petugas PSC 119, hingga relawan yang bekerja tanpa henti dalam penanganan insiden ini.

Doa juga disampaikan bagi para korban meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Sementara itu, korban yang masih dirawat diharapkan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *