CIREBON | BIDIKKRIMINALNEWS.CO.ID, – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon masa khidmat 2025 – 20230 resmi di Lantik.
Acara pelantikan berlangsung di Ballroom Apita Hotel. Pada Sabtu, (18/07/2026), dan turut di hadiri oleh Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Pengurus Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat, dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga para tamu undangan yang lain.
Pelantikan tersebut, dengan menyongsong tema “Mengokohan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU Yang Mengakar pada Nilai. Tangguh Menghadapi Tantangan Digital”.
Acara pelantikan ini, bukan hanya menjadi agenda rutin lima tahun sekali. Tetapi dimulainya arah baru untuk gerakan perempuan muda Nahdatul Ulama (NU). Khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon. Supaya perempuan lebih adeftif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berpijak dengan ajaran ajaran ahlusunah waljama’ah anahdiayh.
Menurut Ketua Pelaksana, Uswatun Hasanah, telah mengatakan Fatayat NU memiliki posisi strategis sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang bertugas mencetak kader kader perempuan penerus nilai-nilai perjuangan dan moralitas organisasi.
“Fatayat sebagai kader NU adalah komponen yang berhak mewarisi nilai dan moralitas di masa yang akan datang. Kehadirannya menjadi tolok ukur progresivitas peradaban. Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, Fatayat memikul dua tanggung jawab besar, yaitu sebagai instrumen perjuangan NU dan sebagai organisasi kader. Pada kesempatan pelantikan ini kami mengusung tema ‘Mengokohkan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU yang Mengakar pada Nilai, Tangguh Menghadapi Tantangan Digital’. Kami mengucapkan terima kasih kepada para kiai, nyai, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan sehingga rangkaian pelantikan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Uswatun.
Sementara itu Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon periode 2025–2030, Najhah Barnamij menegaskan kepengurusan baru berkomitmen menjadikan Fatayat NU sebagai organisasi yang relevan, progresif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pada periode 2025–2030 ini, Fatayat NU Kabupaten Cirebon hadir dengan tekad kuat untuk menjadi organisasi yang relevan, progresif, dan berdampak nyata. Kami tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi akan menggerakkan perubahan itu sendiri mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten,” tegas Najhah.
Najhah menjelaskan kepengurusan periode ini mengusung empat strategi gerakan, yakni Fatayat sebagai pelindung keluarga, motor penggerak perubahan, penjaga nilai-nilai Aswaja, dan wadah pemberdayaan perempuan. Untuk mewujudkan visi tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon membawa tiga komitmen utama, yakni berdaya, berkarya, dan berjaya.
Menurutnya, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program prioritas yang telah disusun dalam peta jalan organisasi, meliputi penguatan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pembentukan ranting, perlindungan perempuan dan anak, advokasi lingkungan hidup berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi kader, serta penguatan dakwah digital berbasis Aswaja An-Nahdliyah.
Pada kesempatan tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an Braille kepada penyandang disabilitas sensorik netra melalui Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan keagamaan yang inklusif.
Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Fatayat NU, Nayla Saida Anwar, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi awal pengabdian kader Fatayat NU dalam menghadirkan program-program yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan para masyayikh dan ulama melalui dakwah yang cerdas, inklusif, dan ramah.
“Pelantikan ini adalah awal dari pengabdian dalam melaksanakan hal-hal yang mampu menjawab tantangan zaman. Kabupaten Cirebon memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam, sehingga menjaga warisan para masyayikh dan ulama menjadi tugas utama kita melalui dakwah yang cerdas dan ramah,” ujar Nayla.
Ia menambahkan bahwa slogan dan program kerja yang telah dicanangkan tidak akan terwujud tanpa adanya konsolidasi seluruh elemen organisasi dan dukungan berbagai pihak. Fatayat NU juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan, penguatan ekonomi sosial, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Slogan dan program yang disampaikan tidak akan terwujud jika tidak ada konsolidasi dari berbagai pihak. Fatayat harus mampu membantu pemerintah mewujudkan pendidikan yang merata, ekonomi yang berkeadilan sosial, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat. Sebagai generasi Fatayat NU, kita harus menjadi tonggak yang kokoh dalam menjaga nilai-nilai Ahlussanh wal Jamaah, merawat generasi muda agar menjadi perempuan yang berdaya dan tangguh, serta bersama-sama mencegah stunting,” tambahnya. (Rafi).






