Pemdes Kedongong Menggelar Acara Kesenian Wayang Kulit, Sebagai Rasa Syukur Hasil Panen 

Daerah, Pemerintahan, Sosial998720207 Dilihat

Cirebon, bidiikkriminalnews.co.id, – Tradisi hajat bumi merupakan sebuah tradisi leluhur yang di wariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, tradisi hajat bumi dilakukan setahun sekali sebagai perekat hubungan sosial antara warga masyarakat Desa Kedongong, Kecamatan Susukan, Kabupaten cirebon. Sabtu, (4/10/2025).

Dibuka lowongan kerja Wartawan/ Journalist

Acara hajat bumi yang di selenggarakan oleh pemerintah Desa Kedongong didukung oleh warga masyarakat Kedongong tersebut di isi dengan kesenian wayang kulit, acara tersebut digelar dengan harapan bisa menghibur warga masyarakat Desa Kedondong.

Baca Juga : Sambut Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu, Kapolres dan Forkopimda Tabur Bunga di Makam Arya Wiralodra

Turut hadir di kesempatan pada acara Mapag Sri ini BPD Desa Kedongong, Kuwu Desa Kedongong berserta perangkat Desanya, Ketua Karang taruna Bagus Rangin, juga warga masyarakat Desa Kedondong.

Sementara itu Kuwu Desa Kedongong Adi Juniadi, A. Md,. Mengatakan dengan penuh rasa syukur adanya acara tahunan ini, agar masyarakat Desa Kedongong merasa senang, selain untuk melestarikan budaya Cirebon kepada masyarakat dan juga mengucapkan rasa syukurnya terhadap tuhan yang maha esa atas hasil bumi yang di dapatkan masyarakat selama setahun sekali ini,” tuturnya.

Baca Juga : Danramil 0614-02/Harjamukti Hadiri Kegiatan Sapa Warga Bersama Walikota Cirebon

” Setiap satu tahun sekali nya juga kami Pemerintah Desa (Pemdes) Kedongong selalu mengadakan acara Mapag Sri seperti sekarang ini

Di karenakan ini adalah acara adat tradisi, maka acar ini merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat dilingkungan wilayah Desa Kedondong,” ucapnya.

Baca Juga : Warga Kabupaten Cirebon, Mengikuti Gebyar Jalan Sehat

Untuk acara adat desa Mapag Sri ini, maksud dan tujuannya adalah sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah SWT atas Rahmat serta limpahan rezekinya termasuk hasil bumi ” acara Mapag Sri juga merupakan simbol penghormatan dan penghargaan masyarakat dilingkungan wilayah desa Kedongong kepada para leluhurnya, ujar Kuwu Adi.

Semoga kita semua diberi oleh Allah SWT kemudahan, kelancaran, keselamatan, kesehatan dan rezeki yang berlimpah dan desa Kedondong semakin maju dan mandiri dengan masyarakat dilingkungan wilayah desa Kedongong yang sejahtera,” pungkasnya.

 


Pewarta: Arief N.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *