Muludan Situs Sunan Bonang ” Lestarikan Tradisi dan Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW”

Ciayumajakuning, Keagaman, Lainnya998720143 Dilihat

Cirebon, | bidikkriminalnews.co.id, — Suasana penuh khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Situs Sunan Bonang, Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (4/9/2026) malam.

Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 Hijriah, masyarakat Desa Cupang menggelar Acara Adat Tradisi Muludan sekaligus menyelenggarakan Pagelaran Wayang Purwa Langgeng Penggalih.

Dok Foto : Jurnalis Bidik Kriminal News/Arief N.H

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan wujud nyata kesetiaan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Di sela-sela acara, awak media berkesempatan mewawancarai Kuncen Situs Sunan Bonang, Bapak Juanda “Ia telah menyampaikan

Dok Foto : Jurnalis Bidik Kriminal News/Arief N.H

“Acara Muludan di situs ini sudah berjalan turun-temurun. Tujuannya sederhana mengingatkan kita kembali kepada kelahiran Nabi Muhammad SAW, meneladani sifat-sifat beliau yang mulia, sekaligus merawat dan melestarikan warisan budaya Sunan Bonang yang berada di tanah kita ini,” ucapnya.

Perpaduan peringatan Maulid dengan seni wayang purwa pun memiliki makna yang sangat mendalam.

“Wayang purwa yang ditampilkan malam ini bukan sekadar hiburan. Lakon Langgeng Penggalih sarat pesan kebaikan, kebenaran, dan keteguhan hati nilai nilai yang selaras dengan ajaran Nabi sekaligus ajaran para Wali Songo, termasuk Sunan Bonang yang petilasannya ada di sini,” tutur Bapak Juanda.

Dok Foto : Jurnalis Bidik Kriminal News/Arief N.H

Beliau juga menyampaikan harapan yang begitu mendalam “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Cupang dan sekitarnya yang telah hadir. Semoga kebersamaan kita hari ini dicatat sebagai amal ibadah, dan kelancaran acara ini membawa berkah bagi kita semua, keluarga, serta desa kita tercinta.”

Warga tampak berantusias menghadiri acara adat ini sejak sore hingga malam. Bacaan dan doa terdengar menyatu, memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga. Pagelaran wayang pun disaksikan dengan tenang dan penuh kekhusyukan bukti nyata bahwa tradisi yang menyatukan agama dan budaya ini tetap hidup di hati masyarakat.

“Tradisi ini akan terus kita jaga. Selama warga masih peduli, warisan Sunan Bonang tidak akan pernah pudar,” tegas Bapak Kuncen kepada awak media. (Arief N.H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *