Cirebon, bidikkriminalnews.co.id, — Suasana penuh khidmat, syukur, dan kehangatan kultural menyelimuti pelaksanaan Haul Mbah Buyut Genja ke-6, sekaligus kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya 2026. Acara yang sarat makna ini berlangsung di Pendopo Panimbang Jati Mbah Buyut Genja, Desa Wangunharja, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar peringatan mengenang jasa leluhur, melainkan ajang penghimpunan kekuatan kultural masyarakat menjaga, merawat, dan meneruskan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang yang menjadi ciri khas sekaligus kebanggaan tanah Cirebon.
Turut hadir memeriahkan sekaligus mengukuhkan komitmen pelestarian budaya:
Sultan Abdul Ghani Natadiningrat, Keraton Kacirebonan, Keluarga Besar Kemantren Sewu Keraton Kasepuhan Cirebon, diwakili Raden Asep Suprianto Seminingrat dan Raden Oon Ondiono Seminingrat, Sokir, S.Pd. Ketua Lurah Cirebon Barat, Agus Kurniawan Budiman Wakil Bupati Cirebon, Bambang Mujiarto, S.T. Anggota sekaligus Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Rudiana Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, S.Si. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Carsono, A.P., M.M. Camat Jamblang
Serta para Mama Kuwu se-Kecamatan Jamblang, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir memperkuat kebersamaan.
Pelestarian Budaya: Tanggung Jawab Bersama
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengajak segenap lapisan masyarakat bergerak aktif melestarikan sekaligus mempromosikan seni dan budaya luhur bangsa khususnya khazanah kesenian khas Cirebon, agar tidak hilang ditelan zaman maupun tergerus arus peradaban.
Pengenalan kekayaan budaya asli Cirebon, katanya, harus dilakukan mendalam dan menyeluruh: mencakup Tari Topeng, Sintren, Burok, hingga busana dan tata cara pernikahan adat yang menjadi kebanggaan masyarakat.
“Generasi muda adalah pewaris masa depan. Maka perlu kita dorong mereka untuk menyebarluaskan keindahan budaya kita lewat media sosial, agar Cirebon dikenal bukan hanya dari kejauhan, melainkan dipahami, dirasakan, dan dicintai dari dekat,” ujarnya.
Pelestarian budaya tidak dapat dipikul satu pihak saja diperlukan sinergi kokoh antara pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas budaya, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Semua berperan sebagai penjaga gerbang warisan leluhur.
Suasana kian meriah saat sesi kebersamaan. Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat warga. Melalui pembagian hadiah, antusiasme warga terlihat nyata bukti kebersamaan berbasis budaya mampu mempersatukan hati siapa saja yang hadir.
Budaya Adalah Jiwa Pembangunan Daerah
Sementara itu, Bambang Mujiarto, S.T., Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, menyampaikan pandangan mendalam tentang kedudukan kebudayaan dalam kehidupan berbangsa.
“Jawa Barat, khususnya tanah Cirebon, menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Namun perlu kita sadari: budaya bukan sekadar tontonan, bukan benda mati di lemari atau museum. Budaya adalah fondasi, adalah jiwa dari setiap langkah pembangunan yang kita bangun,” tegasnya.
Pembangunan fisik setinggi dan semegah apa pun tidak akan memiliki ruh jika masyarakat melupakan siapa mereka dan dari mana asalnya. Melalui kegiatan seperti Haul Mbah Buyut Genja ini, masyarakat sedang melakukan upaya nyata merawat akar budaya sendiri. (*)












