Kapolri Buka Pelatihan Instruktur dan Kursus Pelatih Banser, Tekankan Komitmen Sinergi Banser dan Polri

Daerah, Lainnya, Nasional, Tni & Polri998720160 Dilihat

Bantul, bidikkriminalnews.co.id, – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser, dan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor 2026 di Sekolah Polisi Negara Selopamioro, Imogiri, Bantul, pada Sabtu (14/2/2026). Dalam kesempatan ini, Listyo mendorong peningkatan kolaborasi antara para kader dengan kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Setelah mengikuti latihan ini, saya harap kualitas sumber daya manusia para kader meningkat dan semakin siap menghadapi tantangan serta mengelola potensi yang dimiliki negara,” kata Listyo saat memberikan arahan di SPN Selopamioro, Bantul, Sabtu (14/2/2026).

Ia menyebut bahwa saat ini pemerintah memiliki sejumlah program strategis nasional yang dalam realisasinya membutuhkan peran serta dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk dari Nahdlatul Ulama (NU).

Oleh karena itu, Listyo mendorong para kader untuk berperan aktif dalam menyukseskan program nasional tersebut. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menjalin komunikasi aktif antara kader GP Ansor dengan Kapolres dan Kapolsek di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut menjadi upaya awal untuk meningkatkan sinergi yang lebih baik.

“Semua kader dan lembaga otonom NU mengenal Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek di wilayah masing-masing sehingga kolaborasi antara NU dan polisi semakin kuat dan konkret,” jelas Listyo.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Addin Jauharudin, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik arahan Kapolri untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara kader dengan kepolisian.

“Usai pelatihan ini, saya harap nantinya lahir kader-kader yang militan dan solid, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Ansor, Banser, dan kepolisian,” kata Addin.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan yang berlangsung di SPN Selopamioro ini diikuti oleh sedikitnya 5.050 kader.

“Mereka berasal dari tiga wilayah, yaitu DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata Addin.

Ke depan, pelatihan ini akan menjadi model percontohan di seluruh wilayah Indonesia.

 


Pewarta: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *