DPRD Kabupaten Cirebon Siap Sukseskan Peringatan HSN 2025 Lewat Gerak Jalan Bersarung

Daerah, Pemerintahan998720397 Dilihat

Cirebon, bidikkriminalnews.co.id, – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pemerintah Kabupaten Cirebon akan menggelar kegiatan Gerak Jalan Bersarung sebagai puncak perayaan tingkat kabupaten.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, dan akan diikuti ribuan santri, pelajar, serta perwakilan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

Rapat koordinasi antara DPRD, PCNU, dan Pemkab Cirebon telah dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia menyatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat kebangsaan serta memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa.

“Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi refleksi atas kontribusi besar kaum santri dalam menjaga keutuhan NKRI. Nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan cinta tanah air harus terus ditanamkan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Marzuki selaku penanggung jawab kegiatan menegaskan bahwa peringatan Hari Santri merupakan bentuk nyata komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kegiatan ini menjadi benteng penjaga nilai-nilai luhur bangsa dan keanekaragaman di tengah arus perubahan zaman,” tuturnya, Selasa (11/11/2025).

Puncak peringatan HSN 2025 mengusung semangat kolaborasi lintas sektor antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat. Seluruh kegiatan dikemas dalam nuansa kebangsaan dan kebudayaan yang sarat makna.

Salah satu agenda utama, Gerak Jalan Bersarung, akan melibatkan ribuan peserta yang mengenakan sarung dan atribut batik Trusmi, simbol kebanggaan terhadap identitas santri serta kearifan lokal Cirebon.

“Gerak Jalan Bersarung bukan sekadar perlombaan, tetapi simbol kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi santri Nusantara. Kita ingin mengangkat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan secara harmonis,” tambah Ahmad Marzuki.

Selain gerak jalan, perayaan Hari Santri juga akan menampilkan berbagai seni tradisi khas Cirebon seperti Barongsai, Tari Topeng, Tari Sintren, dan Berokan. Beragam pertunjukan tersebut menjadi wujud tekad santri dan ulama dalam merawat kebudayaan daerah sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan.

Sebagai penutup acara, panitia menyiapkan kegiatan Santap Nasi Jamblang Akbar yang akan diikuti ribuan peserta dari kalangan santri, ulama, dan masyarakat.

Tradisi kuliner khas Cirebon itu menjadi simbol rasa syukur dan persatuan. Panitia juga menargetkan kegiatan ini dapat tercatat dalam rekor MURI sebagai jamuan terbesar bersama santri dan ulama di Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Cirebon diharapkan menjadi momentum kebersamaan yang mempererat hubungan antarumat, memperkuat nilai kebangsaan, dan meneguhkan peran santri dalam menjaga warisan budaya bangsa.

 


Pewarta: Red/Arief N.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *