Bender Merah Putih Lusuh & Robek, Diduga Sengaja Dikibarkan Di Kantor Desa Kedongdong 

Daerah, Pemerintahan998720466 Dilihat

Cirebon, bidikkriminalnews.co.id, – Sang sangka merah putih, diduga sengaja untuk berkibar di kantor Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Hal ini ketika awak media sedang beristirahat di alun alun Kedongdong , pukul 12.22 WIB. Selasa, 12 Mei 2026. Melihat ke arah kantor Desa tersebut, sungguh sangat miris sekali melihat sang bender merah putih yang sudah lusuh dan robek masih saja di biarkan untuk berkibar.

Padahal sudah jelas sekali, terkait aturan penggantian bendera sudah sangat jelas di atur dalam Peraturan Pemerintahan no 40 tahun 1958 tentang Bendera kebangsaan, pasal 7 menyebutkan ,bendera yang rusak,kusam ,robek atau tidak layak pakai wajib diturunkan .

Dalam UU tersebut, Pasal 24 huruf c secara eksplisit melarang pengibaran bendera negara yang rusak,robek , luntur, kusut atau kusam.

Apa bila melanggar ketentuan ini, bisa diancam pidana sebagaimana diatur pasal 67 huruf b UU 24/2009,yakni penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp.100.000.000.

keesokan harinya awak media bidikkriminalnews.co.id, mencoba mengkonfirmasi dan klarifikasi Pada Rabu, (13/5/20205). sekitar pukul 10.18 WIB. Kuwu Desa Kedongdong dan juga Sekertaris Desanya, tidak ada di kantor.

ketika awak media bertanya kepada perangkat Desa yaitu mandor Suleman, ia mengatakan “Pak Kuwu sama Sekdes lagi pergi pelatihan,”ucap mandor

Lalu awak media menemui Lebe Desa Kedongdong, yakni Lebe Anwar, yang sedang duduk dengan seseorang didalam Desa.

Awak media meminta ijin ke mandor untuk menemui Lebe. Ingin mencoba konfirmasi dan Klarifikasi terkait bendera merah putih yang hari ini masih saja berkibar di tiang bendera yang ada di depan kantor Desa.

Anwar mengatakan “Sebelum nya saya ga tau kalo masalah bender itu sudah lusuh dan robek, karna saya jarang di kantor saya sering nya di luar. Untuk masalah bender nanti saya ganti,” ujar Anwar.

Selang beberapa menit mandor Suleman menemui awak media, yang sedang berbincang bersama Lebe Anwar di dalam desa.

Mandor sendiri menuturkan untuk bendera saya sendiri sudah pernah menyuruh Wa kaum untuk menurunkan dan mengganti. Tapi sampai saat ini masih saja di biarkan,” tuturnya

 

(Arief N.H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *