29.6 C
Jakarta
spot_img

Klarifikasi Dirut PDAM Natuna: Bongkar Akar Masalah BPJS, Gaji Macet, hingga Mafia Lahan Eks Direktur

Date:

Share:

Natuna, bidikkriminalnews.co.id, – Sorotan publik terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Natuna makin tajam. Mulai dari keterlambatan iuran BPJS, gaji karyawan yang tersendat, hingga polemik lahan yang menyeret nama mantan direktur, kini menjadi bahan perbincangan hangat di masyarakat. Menjawab hal itu, Direktur Utama PDAM Natuna akhirnya angkat bicara dan membeberkan fakta di balik persoalan yang selama ini menjerat perusahaan daerah tersebut.

BPJS: Masalah Lama yang Membusuk

Dirut PDAM menegaskan, isu keterlambatan iuran BPJS bukanlah kesalahan manajemen saat ini, melainkan warisan masalah yang sudah berlangsung jauh sebelum dirinya menjabat.

“Ini masalah lama, bahkan saya sendiri sampai hari ini belum terdaftar di BPJS melalui PDAM. Kami sudah duduk bersama pihak BPJS Tanjungpinang dan Natuna untuk membedah persoalan ini, dan sudah ada kesepakatan penyelesaian,” ungkapnya.

Gaji Karyawan Macet: Fasilitas Bobrok, Pendapatan Seret

Lebih lanjut, ia menjelaskan soal keterlambatan gaji karyawan yang kerap menjadi sorotan publik. Menurutnya, hal itu terjadi karena pendapatan perusahaan jauh dari ideal akibat kondisi fasilitas PDAM yang sudah tua, rusak, dan tidak standar.

“Dari 600 pelanggan lebih, ada sekitar 350 meter air yang rusak. Akibatnya, banyak pelanggan hanya membayar Rp18 ribu per bulan. Padahal biaya operasional jauh lebih besar. Fasilitas intake hingga reservoir tidak memiliki sistem penyaringan standar, sehingga pasir dan sampah sering ikut ke rumah warga. Ini yang membuat meter cepat rusak,” terangnya.

Situasi makin runyam karena faktor alam. Ketika kemarau, debit air turun drastis. Sebaliknya, saat musim hujan, pipa tua yang tak berstandar SPAM pecah di berbagai titik. Ditambah lagi, praktik pencurian air dan tunggakan pelanggan memperparah kondisi keuangan.

“Kami hanya mengelola fasilitas kaki lima, tapi dituntut menghasilkan pendapatan bintang lima. Mana mungkin? Meski begitu, kami tetap prioritaskan pelayanan agar masyarakat tidak kekurangan air bersih,” tegasnya.

Kasus Harmain: Ancaman, Lahan, dan Kepentingan Pribadi

Tak kalah panas, Dirut PDAM juga menyinggung persoalan dengan Harmain, mantan direktur PDAM, yang disebut-sebut menutup akses pagar menuju bak penampungan air (WTP).

Menurutnya, kasus ini lebih besar dari sekadar konflik internal, melainkan menyangkut dugaan penguasaan lahan milik Pemda seluas 415 meter persegi oleh Harmain selama sekitar 20 tahun. Lahan itu sejatinya sudah dibebaskan dengan anggaran Rp125 juta untuk pembangunan fasilitas PDAM, namun justru dimanfaatkan secara pribadi.

“Anak Harmain terang-terangan mengancam saya. Jika tidak diangkat jadi pegawai PDAM, maka pagar menuju bak air akan ditutup. Ini jelas mengganggu pelayanan masyarakat. Masalah ini sudah kami laporkan ke kepolisian,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Harmain bahkan disebut pernah meminta setengah ton bahan kimia penjernih air untuk kepentingan pribadi. Permintaan itu ditolak karena bahan tersebut adalah aset Pemda, bukan milik perorangan.

Komitmen: Bekerja di Tengah Keterbatasan

Di akhir klarifikasinya, Dirut PDAM menegaskan, seluruh persoalan ini bukan murni akibat kelalaian manajemen, tetapi hasil akumulasi masalah lama yang membusuk: fasilitas bobrok, administrasi terbengkalai, dan kepentingan pribadi yang menyeret institusi.

“Kami sudah membawa persoalan ini ke pimpinan daerah. Solusi sedang disiapkan, tinggal menunggu proses berjalan. Saya tegaskan, seluruh jajaran PDAM bekerja keras di lapangan, agar masyarakat tetap mendapatkan air bersih, meskipun kami mengelola fasilitas yang jauh dari layak,” pungkasnya.

 


Pewarta: NZ

IKLAN

━ more like this

Tingkatkan Profesionalisme Prajurit, Kodim 0724/Boyolali Gelar Latorsar Teritorial dan Intelijen

Boyolali, bidikkriminalnews.co.id, – Dalam rangka menunjang dan mengasah kemampuan prajurit, Kodim 0724/Boyolali menggelar Latihan Perorangan Dasar (Latorsar) Teritorial dan Intelijen yang dilaksanakan di Makodim...

Presiden Prabowo Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Tegaskan Sinergi untuk Lompatan Pembangunan

Bogor, bidikkriminalnews.co.id, - Presiden Prabowo Subianto membuka sekaligus memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di...

Di Makam BM Diah dan Rosihan Anwar, AMKI Menyemai Ingatan Pers yang Berjuang

Jakarta, bidikkriminalnews.co.id, - Di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata terasa lebih hening dari biasanya. Di antara deretan pusara para tokoh bangsa, Asosiasi Media Konvergensi...

Perkuat Integritas dan Komitmen Kinerja, Kalapas Kuningan Hadiri Penandatanganan Pakta Integritas Tahun 2026

Bandung, bidikkriminalnews.co.id,  – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menghadiri kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor...

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Kota Cirebon, bidikkriminalnews.co.id, - Pemerintah Kota Cirebon memperkuat kolaborasi strategis dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melalui agenda "Ekspose Rencana Kerja Normalisasi...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini